EFEK PULSED ELECTRIC FIELD (PEF) PADA RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK BUNGA MELATI (Jasminum sambac) (KAJIAN RASIO BAHAN DAN PELARUT)

Sukardi Sukardi, Mahendra Narpatmaja Nizar, Arie Febrianto Mulyadi, Sucipto Sucipto

Abstract


Bunga melati putih (Jasminum sambac) memiliki banyak manfaat seperti untuk bunga dekorasi, pewangi teh, dan dapat diolah menjadi  minyak atsiri. Minyak atsiri melati dapat diekstrak dengan metode enfleurasi dan maserasi. Pemakaian metode maserasi masih menghasilkan rendemen rendah. Perlakuan pendahuluan diperlukan untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Pulsed Electric Field (PEF) merupakan perlakuan pendahuluan yang saat ini sedang berkembang. Perlakuan PEF melibatkan aplikasi denyut pendek berulang medan listrik melalui bunga melati yang diletakkan di antara dua elektrode. Medan listrik membentuk pori-pori pada membran sel sehingga minyak atsiri keluar tanpa menggunakan suhu tinggi. Tujuan penelitian adalah mengetahui kombinasi yang tepat antara frekuensi PEF dan rasio pelarut dengan bahan dengan metode maserasi untuk meningkatkan rendemen dan kualitas minyak atsiri. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok 2 faktor, yaitu frekuensi PEF (1000, 1500, dan 2000 Hz), dan rasio bahan dan pelarut (b/v) (1:2 dan 1:3), diulang 3 kali. Data diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA). Perlakuan terbaik dipilih berdasarkan uji GC-MS, nilai indeks bias, dan rendemen terbaik. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan rasio bahan dan pelarut n-heksan 1:3 (b/v) dan frekuensi berpengaruh nyata terhadap indeks bias dan rendemen concrete minyak melati. Perlakuan terbaik diperoleh pada rasio bahan dan n-heksan 1:3 (b/v) dan frekuensi 1500 Hz; rendemen 0,36%, indeks bias 1,479, linalool 3,46%, benzyl acetate 2,1%, farnesene 5,01%, cis-3-hexenyl benzoate 2,14% dan methyl palmitate 0,64%, total wax 54,07% dan komponen lain 32,25%

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.ijeo.2016.001.01.04

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL